Pengertiandan Prinsip Desain Poster Pengertian poster poster adalah gambar pada selembar kertas berukuran besar yang digantung/tempel di dinding atau permukaan lain. Poster merupakan alat untuk mengiklankan sesuatu, sebagai alat propaganda, dan protes, serta maksud-maksud lain untuk menyampaikan berbagai pesan.
KonsepDesain/Prototype dan Kemas Produk Barang/Jasa Gambar garis besar yaitu sketsa yang membuat garis-garis bentuk sederhana tanpa rincian dan tidak selesai. 2. Sketsa cepat yaitu sketsa yang menggunakan beberapa garis saja untuk menampilkan citra suatu sketsa yang sudah selesai. Komposisi warna pada sketsa umumnya diatur berdasarkan
KonsepKomposisi Gambar Pada Desain Get link; Facebook; Twitter; Pinterest; Email; Other Apps - March 13, 2019 Dalam ilmu desain grafis, selain prinsip-prinsip diatas ada beberapa prinsip utama untuk tujuan komunikasi dari sebuah karya desain. Prinsip - prinsip Penyusunan Unsur-unsur Visual 1. Kesatuan (Unity)
cash. Konsep Komposisi Pada Desain Layout dan Komposisi dalam Desain Grafis Layout dan komposisi dalam desain grafis merupakan hal yang penting diketahui untuk menguasai teknis desain yang benar. Pada dasarnya komposisi dan layout dapat ditentukan melalui insting, insting ini bisa didapat dengan banyaknya pengamatan ataupun latihan. Dalam penentuan komposisi dan layout terkadang kita tidak bisa terpaku terhadap keinginan kita semata, namun juga memerlukan penilaian dari orang lain. Komposisi dan layout juga berkembang sesuai selera dan trend, dulu orang suka meletakkan objek di tengah tengah, namun sekarang hal tersebut relatif kesan atau cerita apa yang ingin didapatkan dari gambar yang dihasilkan. Komposisi adalah Komponen yang tergabung dan tersusun dalam gambar yang menceritakan maksud ataupun pesan dari gambar. Layout adalah penempatan komposisi pada gambar, seperti huruf, warna, gambar dan lain-lain Berikut ini adalah prinsip dalam menentukan komposisi dan layout dalam desain grafis 1. Keseimbangan / BalanceSeimbang yang dimaksud adalah bukan rata kiri dan kanan saja, seimbang yang dimaksud adalah proporsional dalam menempatkan komponen desain seperti text, gambar, warna dan lain lain. 2. Kesesuaian / Proximity Desain bukan hanya untuk membuat sesuatu karya seni tapi juga untuk menyampaikan pesan pembuatnya kepada orang lain. Tapi hal lain yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian atau "nyambung"nya apa yang ditampilkan dengan apa yang ingin disampaikan.. Misalnya tidak menampilkan warna ceria untuk poster sumbangan korban gempa atau korban perang. Atau menampilkan gambar pekerja tambang untuk promosi sekolah. 3. Kesejajaran / Alignment Pengaturan letak suatu objek pada halaman desain sangat mempengaruhi pesan ataupun kenyamanan pengguna dalam melihat suatu desain grafis. 4. Konsistensi Suatu desain akan mudah dikenali dari warna, bentuk, jenis huruf ataupun komponen lain. Untuk itu gunakan hal yang sama pada setiap desain untuk menjadi ciri khas. 5. Kontras Penggunaan komponen yang berbeda akan memudahkan pengguna memahami pesan dari hasil karya desain yang kita buat, makanya gunakan komponen yang berbeda seperti warna misalnya agar dapat membedakan satu elemen dengan yang lainnya. Akhirnya, mari kita padukan 5 prinsip dalam desain grafis yang sudah dijelaskan di atas. Desain itu bukan hanya berbicara soal pengetahuan soal software yang digunakan, karena hal itu hanya berpengaruh kecil dalam hasil karya yang dihasilkan, lebih dari itu imajinasi adalah yang terpenting dalam dunia desain.
Untuk kamu yang berkecimpung di dunia desain, mungkin prinsip hierarki visual bukanlah hal yang asing untuk kamu. Ya, prinsip ini sering kali dipakai untuk membuat desainmu menjadi lebih indah dan selalu diingat oleh audiens. Bagaimana cara menerapkan prinsip ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Apa yang Dimaksud Prinsip Hierarki Visual? © Situs Interaction Design Foundation mengatakan, hierarki visual adalah sebuah prinsip tata letak layout elemen desain yang tujuannya menampilkan hal penting lebih dulu, kemudian yang lebih tidak penting. Artinya, desain tersebut harus mampu menampilkan poin utama dan dipahami oleh siapa pun yang melihat. Desain itu pula yang kemudian akan memengaruhi keputusan seseorang, untuk bertindak sesuai dengan apa yang dimaksud oleh visual designer. Prinsip hierarki visual ini berlaku luas, untuk segala sesuatu yang bisa didesain, mulai dari poster, flyer, website, hingga tampilan apps. Bisa dibilang, prinsip ini sangat berguna bagi para UI designer. Pernahkah kamu membuka sebuah apps, tapi bingung mana yang mau kamu cari karena semua tampak serupa? Nah, jika pernah, desain UI yang dipakai mungkin belum mengadopsi prinsip-prinsip ini. Apa Saja Prinsip Hierarki Visual? Berikut ini adalah prinsip hierarki visual yang sudah Glints rangkum untukmu dari Visme dan G2 1. Ukuran dan skala © Secara sederhana, gambar yang lebih besar tentu akan menarik perhatian kamu lebih dulu, bukan, dibandingkan yang kecil? Itu sebabnya, kamu sering kali melihat informasi utama di situs tertentu atau koran sebagai yang paling besar. Bukan hanya untuk menarik perhatian, elemen yang berukuran besar seharusnya membawa pesan yang paling penting. Kamu juga perlu memperhatikan skala dari gambar tersebut. Apalagi, jika kamu akan menampilkan beberapa elemen desain. Penentuan skala membantu kita sebagai desainer grafis, juga audiens, mengetahui mana yang lebih dominan. 2. Warna dan kontras © Prinsip hierarki visual selanjutnya adalah warna dan kontras. Pemilihan warna dan kontras tentu akan membuat satu elemen lebih menonjol dibandingkan yang lainnya. Nah, cara ini juga perlu kamu gunakan dalam desainmu, untuk menginformasikan kepada user, elemen mana yang ingin kamu unggulkan. Warm colors, seperti merah atau kuning akan lebih standout jika disandingkan dengan background berwarna gelap cool color. Meski kontras warna membantu menonjolkan desain, menggunakan terlalu banyak juga akan membuat bingung. Hal ini akan mengaburkan elemen desain yang penting. Perlu diingat, prinsip hierarki ini harus menjadi sebuah panduan bagi pembaca, users, atau audiens lainnya, dalam memahami sebuah desain. 3. Tipografi © Mengombinasikan beberapa ukuran font dalam satu desain juga dapat membantu menentukan elemen paling penting dari sebuah desain. Contoh paling gampang, kamu tentu pernah melihat sebuah surat kabar bukan? Beberapa di antaranya ditulis dengan beragam ukuran font, untuk menentukan berita mana yang jadi tajuk utama. 4. Ruang kosong © Dalam mendesain, terkadang ada keinginan untuk memenuhi ruang-ruang kosong yang masih tersisa. Padahal, menciptakan ruang kosong merupakan salah satu prinsip hierarki visual yang penting. Adanya ruang kosong pada desain yang kamu buat bisa membuat objek utamamu menjadi “terlihat”. Sebaliknya, menambah terlalu banyak gambar justru akan membuat desainmu tampak ramai dan kehilangan fokus. 5. Pola membaca © Ada dua pola membaca yang menjadi prinsip dalam hierarki visual, yakni pola F dan pola Z. Pola membaca F adalah pola yang paling umum digunakan banyak orang. Sebab, ini adalah pola yang juga kita gunakan ketika membaca sehari-hari. Beberapa menyebutnya sebagai pola E. Kita akan mulai membaca dari kiri kemudian ke kanan, baru beranjak ke informasi yang ada di bawahnya. Itu sebabnya, web designer yang bertugas mendesain website yang padat dengan teks akan menggunakan pola ini. Sementara itu, pola membaca Z biasanya lebih banyak dipakai untuk situs yang berbasis gambar. Hal ini karena otak manusia memproses gambar lebih cepat ketimbang teks. Lewat pola ini, informasi penting akan diletakkan di paling atas. Setelahnya, pengguna akan menyapu pandangannya ke sebelah kanan, untuk kemudian secara diagonal melihat apa yang ada di kiri bawah. Itu sebabnya, pola ini disebut sebagai pola Z. 6. Kedekatan proximity © Menempatkan beberapa objek berdekatan merupakan salah satu prinsip dasar dalam menyampaikan pesan pada format visual. Objek yang ditempatkan berdekatan menandakan bahwa elemen-elemen tersebut memiliki hubungan. 7. Rule of third © Rule of third merupakan salah satu prinsip hierarki visual, sekaligus teknik fotografi yang sudah sangat umum. Ya, untuk menghasilkan komposisi gambar yang seimbang, para fotografer biasanya akan membagi bidang fotonya menjadi 3 bagian, sebelum menangkap objek. Cara ini bisa membantu gambar terlihat “berbicara” dibandingkan gambar yang selalu diletakkan di tengah bidang. Memahami prinsip hierarki visual tentu akan membuat desain kamu menjadi lebih powerful. Kamu juga bisa memengaruhi tindakan seseorang melalui desain yang kamu sajikan. Untuk mengetahui bagaimana desainmu menjadi lebih efektif dan impactful bagi audiens-mu, kamu bisa bergabung di Glints ExpertClass. Di sini, kamu bisa belajar dan berdiskusi langsung dengan profesional dan pakar di bidangnya. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, cek kelas-kelas pilihan sebelum kehabisan kuota! Visual Hierarchy Principles Every Non-Designer Needs to Know Visual Hierarchy Principles and Patterns Visual Hierarchy
Desain grafis adalah seni dan kemampuan mengombinasikan teks dan gambar pada advertisement, majalah, ataupun buku. Desain grafis memiliki tiga komponen inti yaitu layout, tipografi, dan warna. Layout terdiri dari keseimbangan, kedekatan atau proximity, alignment, repetisi atau perulangan, kontras, dan negative space. Konsep ini bekerja sama untuk menciptakan desain-desain grafis yang biasa kita lihat. Layout dan komposisi adalah pondasi dari segala jenis project desain, dan mengerti tentang keterhubungan antara layout dan komposisi akan membuat konsep pembelajaran mengenai tipografi dan warna menjadi lebih mudah untuk dimengerti. Keseimbangan adalah pemberatan visual dari objek dalam satu halaman. Ada tiga jenis keseimbangan simetris, asimetris, dan radial. Keseimbangan simetris menempatakan objek pada titik dimana ruang dalam satu halaman itu terlihat seimbang. Keseimbangan asimetris menciptakan ilusi dari keseimbangan, namun ruang di antara titik keseimbangan itu tidak serupa; bisa jadi satu sisi lebih luas dari sisi lainnya. Pada keseimbangan radial, objek utamanya semakin mengecil di dekat pusat lalu secara berangsur-angsur melebar ketika menjauh dari titik pusat. Keseimbangan radial juga memberikan ilusi keseimbangan pada seluruh halaman. Poster di bawah ini adalah salah satu contoh dari penggunaan prinsip keseimbangan asimetris dan keseimbangan radial. Kalimat “Summer Festival” ditempatkan pada pusat halaman dan dikelilingi oleh suatu lingkaran. Lingkaran tersebut terdiri dari beberapa garis dan warna yang terkesan menjauh dari titik pusat menuju ke tepi poster. Ciptratan warna digunakan sebagai background memberikan kesan bahwa warna tersebut keluar dari pusat halaman dan secara tak langsung menggiring mata untuk melihat ke pusat halaman. Website yang tertera di bagian atas poster dan informasi yang ditulis di bagian bawah diatur tidak simetris. Walaupun tampak simetris, tetapi di antara website dan lingkaran pusat memiliki jarak yang lebih lebar ketimbang informasi dengan lingkaran pusat. Dengan pengaturan sedemikian rupa, akan memberikan jeda bagi audience, dan memberikan waktu bagi audience untuk mengerti maksud dari poster ini lebih baik. Sebagai tambahan, poster di atas juga menunjukkan kedekatan atau proximity yang lebih baik. Proximity adalah grouping dari objek-objek dan spacingnya dalam satu halaman yang berhubungan dengan layout. Project berbeda akan memerlukan proximity yang berbeda pula. Kebanyakan website menggunakan banner yang besar pada bagian atas halaman websitenya, diikuti dengan link dan navigasi dari website. Objek-objek itu memiliki kedekatan yang cukup dekat antara satu elemen dengan elemen lain. Pada halaman judul suatu buku, judul buku mungkin akan muncul pada bagian atas sementara nama pengarang akan tertera pada bagian bawah, ia adalah contoh kedekatan yang jauh. Sumber. Dalam hubungannya dengan proximity, alignment atau kesejajaran juga menentukan grouping dari objek-objek dalam satu halaman. Alignment menjaga objek yang di-group tetap pada garis dan bidang yang sama dalam satu halaman. Desainer seringkali menggunakan grid system untuk menjamin konsistensi dari desainnya. Objek yang salah tata akan memecah konsentrasi audience, dan tentu akan mengaburkan informasi yang ingin disampaikan. Repetisi pada desain grafis menciptakan konsistensi visual. Banyak brand menciptakan repetisi dengan caramenempatkan logo mereka di tempat yang serupa untuk semua produknya. Repetisi juga bisa diciptakan dengan menggunakan skema warna yang sama, font atau gaya grafis yang serupa, untuk berbagai macam produk. Salah satu contoh repetisi yang baik adalah logo yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar yang biasanya ditampilkan pada letterhead, kartu nama, bahkan sign system. Semua project dimulai dengan penentuan layout dan komposisi. Layout dan komposisi adalah struktur inti dari desain dan menentukan tingkat keberhasilan suatu desain. Layout dan komposisi yang baik akan membuat desain menjadi lebih tertata lalu terjadi flow penyampaian informasi yang runtut dan tidak akan menimbulkan kesan chaos pada desain. Pranala luar
konsep komposisi gambar pada desain